Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pelaku UMKM Pidie Jaya Hidup Segan Matipun Tak Mau

Kamis, 07 Mei 2020 | 23.13 WIB Last Updated 2020-05-07T16:13:55Z

Acehvoice.com | Pidie Jaya - Hidup segan matipun tak mau itulah pepatah yang tepat disematkan bagi pelaku UMKM di Pidie Jaya, yang sudah berdiri lama dalam sebuah UMKM sampai luput dan kepedulian dari dari pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Salah satu pelaku UMKM di Pidie Jaya adalah Produk Sepatu Kameuri di Komplek terminal Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya, saat awak media singgah di tempat penjualan sepatu tersebut, Kamis (07/05/2020).

Selama buka usaha di komplek terminal Pidie Jaya, usaha saya sepi pelanggan, mungkin karena letaknya tidak strategis dan terminalpun belum berfungsi, jadi sedikit sekali orang yang melintasi, hanya langganan-langganan lama saya saja yang datang membeli sandal dan sepatu, ujar Amin kepada beberapa awak media.

Dulu usaha kami ini di Kecamatan Bandar Dua ( Uleegle), selama masih berada di Bandar Dua, Allhamdullah omset penjualannya mencapai -5 juta/perhari selain dari orderan toko sepatu dari berbagai daerah di Aceh.

Salah satu pelaku UMKM yang di wawancarai adalah Amin, Produsen Sepatu Kameuri Made In Atjeh di Komplek terminal Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya.

Awalnya, Amin membuka usaha sepatu di Kecamatan Bandar Dua Pidie Jaya, Selama membuka usaha disana Alhamdulillah omset penjualannya mencapai 2-5 juta/perhari selain dari orderan toko sepatu dari berbagai daerah di Aceh, terangnya.

Pada dasarnya saya masih ingin bertahan di Kecamatan Bandar Dua, tapi karena ada ajakan dari Pemerintah Daerah untuk menempati toko yang kosong di area terminal, sayapun hijrah dari Ulegle ke Meurah Dua.

Saya pernah dijanjikan modal usaha untuk pengembangan usaha sepatu Kameuri, sayapun tertarik, selain untuk pengembangan usaha saya bisa melatih pemuda-pemuda di Kabupaten Pidie Jaya untuk menjadi tenaga terampil yang punya skil di bidang produsen sandal, sepatu, tali pinggang dan dompet kulit, kata Amin.

Amin, bercita-cita ingin menjadikan Pidie Jaya sebagai Cibaduyut 2 yang terkenal dengan produksi sandal dan sepatu serta berbagai produksi bahan kulit lainnya.

Tapi apa hendak dikata, dukungan dan kepedulian dari Pemerintah Daerah tidak ada, sehingga pelaku UMKM di Pidie Jaya semakin tak berdaya, kata dia.

Amin, tidak terkendala dengan pemasaran, karena dia mempunyai jaringan marketing dibeberapa Kabupaten Kota di aceh, bahkan sampai ke Medan Sumatra Utara, yang menjadi kendala saya saat ini modal usaha untuk pengembangan produksi sandal dan sepatu, katanya.

Ketua Dewan UKM Pidie Jaya, Cut Nurliana, S.E, Ak mengatakan, umumnya pelaku UMKM di Pidie Jaya rata-rata mereka punya potensi yang cukup menjanjikan untuk di kembangkan, tapi sayangnya pemerintah daerah belum maksimal mengupayakan pengembangan disektor UMKM.
Pemerintah daerah harus lebih berperan aktif dan sudah saatnya melakukan pendataan sejumalah pelaku usaha UMKM di Kabupaten Pidie Jaya untuk mempercepat gerak mereka dalam mengembangkan usaha, kata Cut Nurliana.

Dikatakannya, Berbagai cara harus dilakukan seperti dukungan dari segi regulasi, perpajakan, mempermudah perizinan, jangkauan akses pasar yang luas dan pendanaan dengan bunga ringan.
Dukungan ini tentu saja untuk dapat membantu memperlincah gerak UMKM dalam mengakses pasar global yang penuh tantangan, kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, peran pemerintah daerah untuk menampung hasil dari pelaku UMKM tidak ada, jadi mereka terkendala dengan pemasarannya.

"Kemudian tidak adanya pusat promosi, penentuan harga pasar, tidak adanya keterbukaan pemerintah, tidak saling bersinergi dengan pelaku dan lembaga UMKM dan kurang tepat sasaran bantuan yang diberikan."

Sementara itu Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Pidie Jaya, H.M Nasir S.Pd, mengatakan, pihaknya selama ini sangat aktif membina UKM yang ada di Pidie Jaya, kata mantan guru ini.

Tapi sayangnya justru UKM yang tidak ada pembinaan dan bantuan dari pemerintah lebih cepat berkembang dan maju usahanya, kata Kadis Disperindagkop dan UKM Pidie Jaya.[]
×
Berita Terbaru Update