Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khanduri Apam Majlis Pengajian Muslimah Kemukiman Busu ( MPMKB)

Minggu, 08 Maret 2020 | 19.36 WIB Last Updated 2020-03-08T12:54:25Z


Acehvoice.com | Pidie - Pesatnya perkembangan zaman berimbas memudarnya tradisi tot apam. Namun, tradisi ini masih tetap bertahan di sejumlah wilayah, terutama kawasan pedalaman di pesisir pantai utara dan timur Aceh. 

Setiap datangnya buleun apam (bulan ketujuh dalam hitungan tahun Aceh), kaum ibu beramai-ramai melaksanakan khanduri apam, minggu (08/3/2020), khanduri apam oleh Majlis Pengajian Muslimah Kemukiman Busu ( MPMKB)
tepatnya di Halaman Kantor Keuchiek, Gampong Busu Likok Kecamatan Mutiara Timur,Pidie.
Apam (serabi) merupakan kue tradisional Aceh, yang dibuat dari campuran tepung beras, santan, air kelapa, air putih, garam dan gula pasir. Lalu adonan yang sudah diaduk, dimasak dalam sebuah caprok tanoh (periuk tanah) yang berukuran kecil.
Acara ini terselenggara berkat kerjasama seluruh anggota majlis pengajian muslimah Kemukiman Busu, ujar Nazariah, S.Pd, M.Si, selaku ketua panitia.

Beliau mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota majlis yang sudah menyumbangkan dana, pikiran, dan tenaga, sehingga terlaksananya acara ini, beliau mengajak untuk kedepannya acara ini dilaksanakan lebih meriah dari hari ini.

Disamping itu Imum Mukim, Busu, Tgk Abdul Wahid,  sangat mendukung acara ini, karena dengan adanya pengajian bisa mempererat silaturahmi, membangun kesatuan dan persaudaraan, beliau berharap supaya kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya.

Buleun Apam adalah salah satu dari nama-nama bulan dalam “Almanak Aceh” yang setara dengan bulan Rajab dalam Kalender Hijriah. 

Buleun artinya bulan dan Apam adalah sejenis makanan yang mirip serabi. 

Kenduri apam yang diadakan oleh majlis pengajian muslimah kemukiman Busu, turut dihadiri oleh IBU Wakil Bupati Pidie, Wikah Hartati dan anggota DPRA, Darwati selaku perwakilan dari provinsi, Keuchiek, Tuha Peut, Tokoh Pemuda, dan undangan lainyan.

Acara teut apam ini menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh untuk mengadakan Khanduri Apam pada buleun Rajab, Kegiatan toet apam (memasak apam) dilakukan oleh kaum ibu ibu dikemukiman busu.  

Pertama sekali yang harus dilakukan untuk memasak apam adalah top teupong breuh bit (menumbuk tepung dari beras nasi). Tepung tersebut lalu dicampur santan kelapa dalam sebuah beulangong raya (periuk besar).

Masakan khas Pidie ini merupakan makanan atau kuliner yang unik dalam memasaknya, karena memasak apam bukan menggunakan kompor akan tetapi menggunakan peralatan tradisional seperti kayu bakar, Tapeh (serabut kelapa kering) dan o'nue thoe (daun kelapa kering), sehingga rasanya lebih enak dan terasa.

Acara ini juga dilengkapi oleh masakan khas Aceh lainnya yaitu kuah pliek U dan ikan Asin , jadi tamu undangan selain makan Apam,  juga bisa makan siang dengan makanan khas Aceh ini.

Penulis : Mursyidah S.Pd (Tiara) Guru SMPN 7 Bandar Baru, Pengurus IGI Pidie Jaya, Pelopor Sekolah Berbasis Sejarah di Pidie Jaya.

×
Berita Terbaru Update