Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Korban Konflik Yang Luput Dari Perhatian

Minggu, 08 Maret 2020 | 22.14 WIB Last Updated 2020-03-08T15:14:06Z
Acehvoice.com | Pidie Jaya - Agustus mendatang, Kesepakatakan perdamaian antara Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) memasuki usia 15 tahun. Namun hingga kini, pemerintah dinilai belum maksimal dalam memperhatikan korban konflik, mendokumentasikan bukti sejarah dengan tertib.

Salah satunya satu keluarga akibat konflik bersenjata di Aceh dulu, sampai hari ini masih berbekas dalam kesehariannya.

Erlina (38) warga Dayah Tuha Kecamatan Meureudu,Kabupaten Pidie Jaya, mengalami gangguan jiwa  sejak 20 tahun yang lalu sampai hari ini belum ada kesembuhannya bermacam cara telah diusahkan baik melalui medis atau berobat Kampung namun tidak jua kunjung hasilnya. 

Hal tersebut disampaikan Abang Kandung Erlina, pada halaman media online TheAtjeh.Net saat berkunjung ke rumahnya.

Jufni, SPd Abang Kandung Erlina mengatakan sejak 20 tahun yang lalu adiknya mengalami gangguan jiwa, ibunya yang sudah 70 tahun pun sakit sakitan  lumpuh hilang pendengaran, dan Bisu.

"Sejak adik mengalami gangguan jiwa ibuk juga sering sakit karena memikirkan dia (Erlina_red) sementara Ayah sudah lama meninggal, satu -satunya tulang punggung keluarga adalah saya, mau tidak mau saya harus tetap tabah karena mereka sudah tidak mampu berbuat apa -apa. 

Erlina setiap hari harus ada obat kalau tidak dia akan ngamuk melempar rumah orang memaki tetangga dal lainnya," ungkap Jufni.

Masih menurut Jufni, disela - sela membujuk adiknya untuk minum obat, biaya untuk berobat memang gratis tapi biaya transpor dan makan sehari hari sungguh susah karena keluarga ini tidak pernah mendapatkan bantuan baik dari Desa apalagi Dinas Terkait.

Dari amatan Media Kehidupan keluarga Erlina dan Ibunya Banteung Bin Ismail sungguh memprihatikan Rumah beralas Tanah, tidur di atas plastik, makan kadang ada terkadang tidak tergantung abangnya yang antar, karena abangnya Jufni tinggal di Kecamatan Ulim.

Melalui media ini Jufni berharap kepedulian pemerintah baik pemerintah Desa juga Kabupaten, karena Sampai berita ini diturunkan Keluarga tersebut tidak pernah menerima Bantuan apapun termasuk Bantuan dari Dinsos yaitu PKH /BLT.[]



×
Berita Terbaru Update