Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

DPW FPI Bireuen Gelar Muswil ke- III

Jumat, 06 Maret 2020 | 16.49 WIB Last Updated 2020-03-06T09:49:10Z
Acehvoice.com | Bireuen - Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Kabupaten Bireuen menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) ke- III, di Dayah Tanwirul Qulub Al-Aziziyah, Desa Paya Kareung, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis kemarin (05/03/2020).

Tujuan dari Musyawarah wilayah yang ke- III ini, untuk memilih anggota FPI kepengurusan yang baru. Acara ini berlangsung mulai pukul 09.00 - 16.00 Wib. 

Ketua panitia yang diwakilkan oleh sekretaris panitia, Tgk Iskandar dalam sambutannya mengatakan. Ucapan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana yang sudah berkontribusi menyukseskan acara ini, sehingga terlaksana dengan baik dan lancar.

"Kegiatan Musyawarah wilayah dilaksanakan 5 tahun sekali untuk memilih ketua dan struktural kepengurusan DPW FPI Bireuen yang baru, mengingat masa kepengurusan periode yang lama sudah berakhir," ujar Iskandar.

Menurutnya. Tujuan FPI sesuai dengan visi dan fungsionalnya yaitu, untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar. Hari ini banyak oknum yang mencari kesalahan kita, tetapi kita harus meresponnya secara positif.

"Banyak oknum yang mencari kesalahan dan mencurigai pergerakan Front Pembela Islam (FPI), namun kita tetap fokus pada tujuan penegakan syariat Islam di wilayah Bireuen," tegasnya.

Ketua Tanfiz DPW FPI Bireuen Syeh Khalil dalam arahannya menyampaikan. DPW FPI Bireuen selalu bertindak preventif dikalangan masyarakat Bireuen. Kami juga mengharapkan kerja sama yang baik dengan pihak pemerintah.
"Kami mendapatkan tempat yang baik di kalangan masyarakat dengan tindakan yang telah kita lakukan selama ini. Kami memiliki Visi membawa FPI Bireuen ke arah yang bermarwah, bermartabat dan disegani di kalangan masyarakat Bireuen, dan alhamdulillah terealisasi dengan sangat baik," jelas syeh Khalil.

Dia menegaskan, FPI Bireuen tidak pernah memihak ke kontestan partai politik manapun selama kepengurusannya. Karena menurutnya, partai politik saat ini tidak sehat dan cenderung kompotitif.

"Kami tidak memihak ke partai politik manapun semasa pemilu kemarin. Karena kami tau, semua partai politik memiliki kepentingan untuk merebut kekuasaan secara kompotitif," tegasnya.

Sementara itu, sekretaris DPW FPI Bireuen dan juga penggagas pembentukan FPI pertama di Bireuen, Tgk. Zainuddin MZ mengharapkan. Dengan tersenggaranya Musyawarah wilayah yang ke- III di Kabupaten Bireuen, nama - nama terpilih yang diusulkan untuk disahkan menjadi pengurus inti oleh pusat, semoga kedepannya lebih maju dan lebih berkontribusi dalam pergerakan amal ma'ruf nahi mungkar.

"Kami berharap kepada seluruh calon pengurus yang telah diusulkan dalam Musyawarah wilayah, apapun yang diputuskan oleh imam besar DPP FPI supaya ditaati dan dipatuhi. Keputusan tersebut adalah keputusan mutlak yang tidak boleh diganggu gugat, karena imam besar Habib Rizieq sudah membaiatnya," kata ketua tanfiz DPW FPI pertama di Bireuen.

Pada Musyawarah wilayah FPI Bireuen ke- III tersebut, sebanyak 5 orang diajukan sebagai calon tanfiz DPW FPI Bireuen, yaitu Abah Azhari, Waled Bukhari, Sayed Jamaluddin, Tgk Ridwan dan Tgk Muhammad Zaini Aderoy.

Secara AD ART FPI, nama - nama yang telah di usulkan pada sidang musyawarah wilayah, belum dinyatakan sah menjadi ketua terpilih. Sedangkan untuk penetapan ketua DPW FPI, akan di tentukan oleh imam besar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) FPI Dr. Habib Muhammad Rizieq Syihab.[Y]

×
Berita Terbaru Update