Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Aceh Besar Paparkan LKPJ Anggaran Tahun 2019 Di Gedung DPRK

Kamis, 12 Maret 2020 | 04.01 WIB Last Updated 2020-03-11T21:01:03Z

Acehvoice.com | Aceh Besar - Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali memaparkan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) anggaran tahun 2019 pada sidang paripurna ke-I masa persidangan ke-III di gedung DPRK Aceh Besar, Rabu, (11/03/2020).

Pada laporan tersebut Mawardi Ali menjelaskan secara makro, pertumbuhan ekonomi Aceh Besar pada tahun 2019 mengalami peningkatan mencapai 4,31% dibandingkan tahun 2018 yang berada diangka 4,08%.

Menurutnya peningkatan laju ekonomi Aceh Besar dipengaruhi oleh pertumbuhan dilapangan melalui usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang yang menyumbang pertumbuhan ekonomi paling tinggi yaitu 24,03%. "Selain itu, usaha konstruksi juga membantu laju pertumbuhan ekonomi, untuk konstruksi mencapai angka 13,01%," Paparnya.

Ia juga mengatakan laju ekonomi Aceh Besar diharapkan terus meningkat terutama dengan adanya pembangunan jalan tol. "Dengan adanya pembangunan tol Banda Aceh-sigli secara tidak langsung akn membantu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi masyarakat," Katanya.

Mawardi juga menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh Besar telah berupaya menurunkan angka kemiskinan. Berdasarkan data BPS Aceh Besar pada tahun 2019 presentasi penduduk miskin di Aceh Besar berada diangka 13,92% atau setara dengan 58.9000 jiwa penduduk yang masih berada di garis kemiskinan. "Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 0,55% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada diangka 14,47% atau setara dengan 60.080 jiwa," Terangnya.

Menurutnya, memang angka kemiskinan Aceh Besar masih berada diatas angka kemiskinan nasional yaitu sebesar 9,22%, namun angka kemiskinan Kabupaten Aceh Besar saat ini dibawah angka kemiskinan Provinsi Aceh yang berada diangka 25,32%. "Sesuai dengan RPJM Aceh Besar, bahwa pemkab Aceh Besar akan terus berusaha menurunkan angka kemiskinan sebesar 1% pertahun," Paparnya.

Selanjutnya, Mawardi mengharapkan kepada seluruh kepala dinas di Aceh Besar untuk dapat bekerja maksimal, agar pembangunan di Aceh Besar dapat terlaksana dengan baik. Bupati juga berpesan agar kepala dinas tidak lambat dan malas karena isu mutasi. "Mutasi itu hal biasa, mutasi sebagai peremajaan dan penyegaran yang gunanya untuk meningkatkan kinerja. Isu mutasi jangan dijadikan alasan pelemahan kinerja, justru harus semangat untuk meningkatkan kerja," Ungkapnya

Anggaran Kabupaten Aceh Besar secara global terbagi tiga, yaitu pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan. Pada tahun 2019 Mawardi menjelaskan bahwa pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp. 1.838.972.589.535 dengan realisasi mencapai Rp. 1.755.573.940.816,76. Pendapatan ini bersumber dari pendapatan asli daerah yang sah. "Secara keseluruhan pendapatan daerah dapat direalisasikan diatas 90% dari yang ditargetkan yang menandakan bahwa dari sisi pendapatan sudah terarah dan akuntabel," Ujarnya.

Sedangkan anggaran belanja daerah tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp. 1.978.790.043.682,17 dan sampai akhir tahun 2019 telah direalisasikan sebesar Rp. 1.802.866.620.396,85 atau 91,11%. "Realisasi tersebut berasal dari belanja tidak langsung dan belanja langsung," Ujar Mawardi.

"Adapun pembiayaan daerah Kabupaten Aceh Besar pada tahun 2019 yang ditargetkan sebesar Rp. 139.817.454.147,17, pembiayaan ini terealisasi 100%," Tutupnya.[]

sumber:mediacenter

×
Berita Terbaru Update