Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BNNK Pidie Jaya Gelar Rakor Pasca Rehabilitasi

Kamis, 05 Maret 2020 | 12.25 WIB Last Updated 2020-03-05T05:25:32Z
Acehvoice.com | Pidie Jaya -
Aneka ragam persoalan narkoba kini tak hanya terjadi di negara dan kota besar, namun telah merambah ke daerah kecil dan terpencil.

Karena itulah diperlukan langkah yang strategis baik dalam aspek preventif maupun kuratif.

Sebagai langkah konkret nya, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Kabupaten (BNNK) Pidie Jaya telah menginisiasi terbentuknya layanan rehabilitasi yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yaitu Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

IBM dibentuk sebagai solusi atas kendala sulitnya akses rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Disamping itu korban penyalahguna adalah tugas kita bersama.

Tak hanya BNN, seluruh lapisan masyarakat harus mengambil bagian dalam penanganan korban penyalahguna. 

Sebagai salah satu penanganannya adalah memberikan layanan Pasca rehabilitasi kepada mereka (penyalahguna).

Hal ini disampaikan Plt. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie Jaya, Fakriyadi, SHI, pada saat menjadi narasumber pada kegiatan Rapat Koordinasi Pasca Rehabilitasi tahun 2020, Kamis (05/03/2020).
Fakri menambahkan bahwa, dalam upaya penanggulangan narkoba, khususnya di bidang rehabilitasi, pemerintah daerah juga diharapkan berperan secara maksimal.

“Instruksi Presiden No.6 Tahun 2018 mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk berperan aktif menangani masalah P4GN, salah satunya penyediaan layanan rehabilitasi,”katanya.

sebagai salah satu bentuk perlawanan terhadap narkoba, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah mendukung terkait Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), melalui Peraturan Bupati Pidie Jaya, No. 38 tahun 2019 tentang P4GN di Gampong, lanjutnya.

Dalam kegiatan Rakor tersebut BNNK Pidie Jaya melibatkan  peserta yang terdiri dari beberapa latar belakang termasuk beberapa perwakilan.

masing-masing perwakilan seperti Dinas Kesehatan dan KB, Disperindakop dan UKM, Dinsos, IKAN (Organisasi Mitra BNNK Pidie Jaya).  

Setelah pelaksanaan kegiatan ini, BNNK Pidie Jaya berharap kepada para peserta untuk berkelanjutan dalam tindak lanjut tugas yang diberikan sebagai fasilitator kepada para korban penyalahguna.

Disamping itu, para peserta rakor yang menjadi mitra BNN kemudian berperan sebagai Agen Pemulihan (AP) dan akan menerima segala bentuk laporan dan layanan kepada masyarakat khususnya para penyalahguna.

Dikegiatan tersebut Saiful, S.Pd, selaku Kasie pascarehabilitasi BNNP Aceh
turut memberikan materi dan edukasi kepada para peserta rakor.

Dijelaskan oleh Saiful bahwa program IBM merupakan ujung tombak dari program rehabilitasi.

“Hal ini dikarenakan bahwa penanganan para korban penyalahguna membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak khusunya kita bersama,” katanya.

Saiful menambahkan bahwa untuk saat ini BNN telah menaruh konsentrasi penuh terhadap program IBM kepada para korban penyalahguna dalam pascarehabilitasi.

“Untuk itu para peserta rakor harus berkontribusi untuk mengayomi, membina, dan mengarahkan para korban penyalahguna dengan langkah-langkah yang sesuai dengan petunjuk dari BNN sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan status sosial yang sama,”katanya.[]
×
Berita Terbaru Update