Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Begini Cara Orang Aceh Tempo Dulu Usir Wabah Penyakit

Minggu, 15 Maret 2020 | 20.48 WIB Last Updated 2020-06-24T04:55:12Z

Acehvoice.com, Banda Aceh- Terlepas Anda percaya atau tidak. Dulu dalam kebiasaan masyarakat Aceh, ada suatu tradisi yg diyakininya, bila terjadi suatu kejangkitan wabah penyakit. Apakah musim "ta'eut" (yang biasa disebut orang Aceh dulu "ta'eut ija brok", yaitu wabah penyakit baik yg menyerang hewan atau manusia.

Maka, utk mengusir wabah penyakit itu, orang Aceh dulu sehabis salat magrib di setiap menasah, selama 7 magrib berturut-turut di Meunaeah masing-masing mereka membaca surat Yasin, dan ayat Waqulja Alhqquhazaqal batil, innalbatilaqa ana zahuqa. Istilah orang Aceh dulu "jak hoi qulja".

Saya ingat betul, pada magrib ke 7 setelah 7 magrib berturut-turut yasinan di Meunasah, maka pada malam ke 7, sehabis salat magrib semua warga kampung, dgn menyalakan panyot surungken (patromat) berkeliling semua Jurong gampong, syik putik tuha muda sambil berkeliling kampung melafalkan "qulja alhaqqu hazaqal batil, innal bathilaqa anazahuqa".

Orang Aceh dulu menyakini, dgn cara itu wabah-wabah penyakit yg melanda kampungnya, dgn pertolongan Allah akan selamat dan terhindar dari wabah-wabah penyakit itu. Karena orang Aceh dulu menyakini setiap yg batil itu akan binasa.

Anda yg sdh berfikir maju sekarang, mungkin boleh tdk percaya dgn keyakinan apa yg dilakukan oleh indatu-indatu kita dulu di Aceh. Namun seingat saya dgn tradisi keagamaan itu, apa yg sebelumnya membuat masyarakat resah, menjadi tenang, dan wabah penyakit yg melanda perkampungan, berangsur-angsur menjauh dari kampung tersebut.

Kita berharap, pimpinan di Aceh, siapa pun namanya, apakah Gubernur, Bupati, Walikota, atau MPU. Dapat memberikan semacam intruksi, bahwa seluruh menasah, mesjid, termasuk  dayah-dayah di Aceh, utk membacakan surat Yasin beramai-ramai, dan ayat qulja alhaqqu hazaqal batil, innal batilaqa anazahuqa, selama 7 magrib berturut-turut. 

Baik di menasah-menasah, di masjid-masjid, atau pun di dayah-dayah di seluruh Aceh, dgn niat semoga Aceh selamat dan terhindar dari wabah virus Corona (covit 19).

Dengen niat yg tulus, dan meminta pertolongan dari Allah, sebagaimana yg dilakukan oleh indatu-indatu kita dulu di Aceh, insya Allah Aceh akan selamat dan akan terhindar dari wabah virus Corona. Insya Allah.[]
×
Berita Terbaru Update