Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Uang 17 Triliyun Itu Kemana?

Sabtu, 22 Februari 2020 | 19.49 WIB Last Updated 2020-02-22T12:49:44Z
Walaupun saya tidak hadir di acara khenduri Kebangsaan. Saya sempat nonton secara live pidato presiden. Memang saya tunggu, saya penasaran apa jokowi akan bahas tentang aceh. 

Saya menerima point penting pidatonya. Yaitu tentang 17 triliyun dan 14% kemiskinan di Aceh. Ini angka yang fantastis  yang membuat provinsi lain cemburu. Ini angka yang besar!. "Ngop peng syedera" tapi angka kemiskinan di aceh 14% juga tidak kalah besar.

APBD Aceh mencapai Rp 9 triliun. Sedangkan dana otonomi khusus jumlahnya sebesar Rp 8 triliun. Angka tersebut belum termasuk APBD di kabupaten dan kota yang ada di Aceh.

Dengan jumlah uang yang demikian besar, Jokowi meminta supaya pemda melakukan pengeloaan yang baik, fokus menurunkan angka kemiskinan, pengeloaan yang bersih, dan akuntabel. Saya masih bertanya-tanya dalam hati sampai sekarang "ho ka imee peng kop jai nyan?" 

Kemaren salah satu komunitas sosial kabupaten bireuen "Kami Peduli Bireuen" membuat lomba foto potret kemiskinan Bireuen. Saat melihat beberapa foto, sejenak saya terdiam, hati saya sungguh tersentuh, perasaan sedih bercampur iba, ada apa dengan provinsi penyumbang emas dan pesawat untuk NKRI ini. Kini saya bertanya kemana uang 17 Triliyun?.

Cerita ini bukan dongeng saudaraku, di sebagian pedalaman Aceh Ada orang sakit parah tidak ada uang, ada anak kekurangan gizi tidak ada yang peduli,  ada keluarga yang tidak mendapat tempat tinggal yang layak. Ada lansia menangis di sudut pojok rumahnya sambil menyapu kepala yang basah karena atap rumbia yang bocor, ada ibu-ibu janda menghidupkan 8 anaknya sendirian menjadi buruh cuci pakaian.  Saya bertanya lagi kemana uang 17 triliyun?.

Jadi ingat komentar salah satu tokoh nasional di negeri ini pada tahun 2018 yang lalu. Beliau Bekas Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Rizal Ramli mengatakan "Aceh merupakan daerah yang memiliki dana Otonomi Khusus (Otsus) cukup besar, namun pak rizal ramli sangat prihatin karena sejauh ini belum terlihat hasil yang cukup baik. Ada dana Otsus yang lumayan besar, saya kaget dan sedih kok hasilnya nyaris tidak ada". 

Pak Rizal Ramli mengaku Aceh merupakan daerah yang kaya baik dari segi pendapatan, rakyat yang berani melakukan inovasi dan juga pintar. Namun dirinya merasa sedih karena ekonomi Aceh pada tahun 2017 hanya tumbuh 4,2 persen, dibawah rata-rata nasional 5 persen. Rizal Ramli menyayangkan proses penggunaan dana Otsus tersebut selama ini tidak jalankan secara transparan dan bahkan belum tepat sasaran".

Lewat tulisan ini, saya salah satu pemuda asli dari aceh. Coba teman-teman aktifis  para mahasiswa yang lagi tidur nyenyak yang masih belum terkontaminasi dengan penyakit penjilat. Ayo mendesak pemerintah agar mengumumkan jumlah serta penggunaan dana Otsus melalui media massa, sampai pada penanggung jawab hingga manfaat dari proyek yang dilakukan tersebut. Sebutkan untuk apa saja, proyek apa saja, yang tanggungjawab siapa, koordinatornya siapa, manfaatnya apa?". Karena kini saya semakin ingin bertanya kemana uang 17 triliyun.

Saya tidak menuduh siapapun, hanya ingin bertanya, supaya tidak dianggap generasi apatis. Saya takut hilang akal saya. Atau saya tidak mau, kalau akal saya bisa dikendalikan orang lain

Pepatah aceh menyebutkan " ie sikai, bu sikai, ngop jantong gadeh akai" hai ka leupah tro, lebeh parah nyoe ngop 17 triliyun hana meuho!.[Y]

Penulis : Rizki Dasilva, S.pd.I, MA,
×
Berita Terbaru Update