Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha, SMAN 15 Takengon Bersama UNIKI Gelar Seminar Enterpreneur

Minggu, 23 Februari 2020 | 14.51 WIB Last Updated 2020-02-23T07:51:23Z
Acehvoice.com | Takengon - Di zaman teknologi saat ini, semua orang berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitas dirinya. Salah satunya SMAN 15 Takengon. untuk menumbuh kembangkan minat para siswa dalam bidang kewirausahaan, SMAN 15 Takengon bekerjasama dengan Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas lslam Kebangsaan Indonesia (UNlKl) menyelenggarakan seminar Enterpreneur.

Kegiatan berlangsung pada sabtu,(22/02/2020), bertempat di Aula Sekolah setempat yang brrada di jalan Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.
Diikuti Sebanyak 135 Siswa/i didampingi 15 guru SMAN 15 Takengon Aceh Tengah.
ini menjadi salah satu sekolah rujukan kewirausahaan yang membina para siswanya untuk menjadi pengusaha muda.
Informasi dihimpun acehvoice.com event ini terselenggara atas kerjasama sekolah dengan Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas lslam Kebangsaan Indonesia (UNlKl) Bireuen.

Kepala SMAN 15 Takengon, Supadi, S.Pd mentakan "Kami, pihak sekolah sangat terbantu dengan kegiatan ini dan diharapkan Siswa/i kami khususnya Siswa yang saat ini berada pada kelas akhir agar mampu menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan. seperti salah satu profesi yang dapat dikembangkan di tanah gayo ini," pungkas Supadi.

Seminar Enterprenuership bertemakan "Membentuk Jiwa Enterpreneur Bagi Generasi Millenial dengan Metode Canvas" dibuka langsung Kepala SMAN 15 Takengon dihadiri para pengawas sekolah di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, di antaranya yaitu Bapak Misdar, S.Pd., M.Pd., Makhmud Riyadi, M.Pd., serta Ketua STIT Al-Washliyah Aceh Tengah. Drs. Amry Jalaluddin.

Event bergengsi itu tampak meriah dengan hadirnya Nara sumber dari UNlKl, Dr. Azhari, SE., M.Si,Ak,CA. yang merupakan Wakil Rektor lll UNlKl dan Kamaluddin, S.Pd., MM., pengurus Program Pasca Sarjana Magister Manajemen UNIKI.

Dalam paparannya, Azhari menyatakan, membentuk Wirausaha bagi generasi millenial suatu keniscayaan saat ini. Apalagi bagi daerah yang berpotensi untuk dikembangkan, baik dari segi sumber daya alam hasil buminya dan kreativitas masyarakatnya dalam berbisnis. Seperti di tanah gayo Takengon.

Pemateri jebolan pendidikan program Doktoral bidang kewirausahaan yang berdarah gayo itu melanjutkan "Menumbuhkan jiwa Wirausaha bagi kalangan Siswa, sangatlah penting, karena peluang kerja yang kian hari semakin sempit. Oleh karena itu hendaknya kalangan Millenial untuk dapat menciptakan peluang kerja dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki daerah," tututnya. 

Tidak hanya itu, Dr. Azhari juga memberikan tips-tips menemukan ide bisnis dengan model canvas Bisnis model canvas (BMC) yang merupakan bentuk sederhana untuk membuat rencana bisnis, sehingga kelak bisnis atau usaha yang akan dirintis lebih terarah, Papar alumni dayah bustanul ulum Langsa itu.

Selanjutnya, Kamaruddin, S.Pd., MM, yang memandu seminar turut menambahkan bahwa, Pertarungan bisnis di era milenial sangatlah ketat dan sulit diprediksi, itu semua tidak lepas dari karakteristik consumer-nya. Disadari bahwa generasi millenial ini dibesarkan oleh teknologi dan segala kemudahan informasi, oleh karenanya, Mereka serba kritis, serba cepat, serba instan dan terbebas dari comfort zone. 

Mengutip Koran Jakarta (12/2/2018). Kamaruddin menyatakan, pada tahun 2015 lalu, jumlah millenial di Indonesia lebih dari 84 juta orang, mungkin saat ini jika dikalkulasikan bisa bertambah hingga mencapai 100 juta pada rentang usia 15 - 34 tahun. Sedangkan Jumlah penduduk di Indonesia mencapai 300 juta Jadi kalau dipersentasikan, Millenial ada sekitar 33 persen dari penduduk Indonesia.

Kita dapatkan di pemberitaan media-media besar nasional, ada pakar yang membagi millenia di Indonesia ini dalam 3 kelompok pertama yakni The Students Millenials yang lahir pada kurun tahun 1993 - 2000, Kelompok kedua adalah The Working Millenials yang lahir pada 1987 - 1993, serta Kelompok ketiga yaitu The Family Millenials yaitu mereka yang sudah mulai berkeluarga atau mulai mempunyai pemikiran ke arah tersebut.

Kelompok di atas rata-rata berusia anatara 32 - 40 tahun, saat ini mereka adalah produser era reformasi, karena pada tahun 1998 mereka baru saja lulus SMA/sederajat dan juga mengalami masa transisi dari analog menjadi digital pada masa itu. 

Dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini, kegiatan bisnis para generasi millenial sangat diuntungkan, Bahkan untuk itu juga Pemerintah ikut memberi dukungan merangsang generasi millenial untuk berwirausaha dengan memfalitasi melalui pembangunan gedung inkubasi bagi para pelaku usaha rintisan (Startup), seperti lncubalar Busness Center yang berada di Semarang, Jawa Tengah, tutup Kamaluddin, S.Pd., MM.,.[R]
×
Berita Terbaru Update