Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengambang Janji DPRK Bireuen

Rabu, 12 Februari 2020 | 23.25 WIB Last Updated 2020-02-12T16:25:41Z
Acehvoice.com | Bireuen -
Persoalan ricuhnya di kalangan manajemen Rumah sakit dokter Fauziah Bireuen yang sempat menghebohkan ratusan tenaga kontrak honorer maupun bakti melakukan unjuk rasa, pada Tanggal 2/1/2020 lalu menjadi polema misteri janji palsu.

Sekitar 400 tenaga kontrak di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Fauziah Bireuen, Rabu, 02/1/2020 mendemo Kantor Bupati Bireuen terkait belum dibayar jerih mereka.

Pedemo sebelum berjalan sejauh 2 Kilometer menuju Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.

Setiba di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, para tenaga kontrak dan honorer RSUD dr Fauziah Bireuen itu berorasi dengan membentangkan spanduk di halaman kantor yang terletak di lintas nasional Banda Aceh-Medan.

Setelah itu perwakilan pedemo diterima oleh Sekda Bireuen, H. Zulkifli,Sp. Pertemuan tenaga kontrak dan honorer dan pejabat Bireuen itu di Lantai-3 kantor tersebut berlangsung tertutup.

Tidak puas dengan hasil pertemuan itu, para pedemo bergerak lagi menuju Gedung DPRK Bireuen di Jalan Malahayati di pusat Kota Bireuen.

Konvoi ‘baju putih’ itu di bawah triknya matahari mengundang simpati dari pelintas jalan, sehingga beberapa sopir truk menghentikan kenderaan untuk ditumpangi pekerja medis itu.

Setiba di Gedung DPRK Bireuen, para tenaga kontrak itu ditetima sejumlah ketua DPRK Bireuen, yang bernama Rusyidi Mukhtar,S.Sos dan beberapa anggota legislatif itu.

Ada tiga permasalahan yang diuangkapkan oleh tenaga kontrak di Ruang Didang Dewan Bireuen, yaitu jasa yang harus seimbang dengan tenaga PNS.

Berikutnya, uang jaga malam Rp 15 ribu agar ditingkatkan, Pembayaran honor dilakukan rutin tiap bulan

Ketua DPRK Bireuen,Rusyidi Mukhtar SSos tentang permintaan para tenaga kontrak berjanji akan memperjuangkan keinginan tenaga kontrak itu.

“Nanti kami atur waktu untuk memanggil pihak direktur untuk kita dengan penjelasannya, Kami harapkan kepada untuk terus bekerja”,ujarnya pria yang akrab disapa Ceulangik.

Namun pada tanggal  (3/1/2020) ratusan honorer RSUD dr Fauziah Bireuen, kembali melakukan audiensi dengan anggota DPRK (legislatif) dan Pemkab Bireuen (eksekutif).

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat lantai tiga Gedung DPRK Bireuen.

Tenaga kontrak dan honorer rumah sakit pemerintah setempat, meminta kepada anggota dewan dan Pemkab Bireuen untuk membayar hak-hak mereka yang belum dibayar selama dua tahun terakhir.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat anggota dewan terhormat tersebut, dipimpin langsung olah Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar alias Ceulangiek.

 Turut hadir sejumlah anggota dewan setempat dan Direktur RSUD dr Fauziah, dr Mukhtar MARS. 

Sedangkan dari pihak eksekutif hadir juga Sekda Bireuen, Ir Zulkifli, para asisten, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah, dan beberapa dinas terkait lainnya.

 Dalam kesempatan itu, perwakilan tenaga kontrak dan honorer itu secara bergantian menyampaikan aspirasinya. 

Ketua dan anggota dewan juga secara bergantian memberikan penjelasan dan menampung aspirasi mereka.

Begitu juga pihak eksekutif juga akan mempertimbangkan semua tuntutan para honorer tersebut.

Dikatakan Ketua DPRK Bireuen, Rusyidi Mukhtar, hasil keputusan sementara, pihaknya akan duduk kembali bersama eksekutif dan meminta kepada pihak eksekutif untuk menyelesaikan masalah ini.

"Kami minta pada Januari ini harus selesai dan berharap pada Februari 2020 ini sudah ada jawaban dan solusi terkait jerih tenaga kontrak dan honorer RSUD Fauziah yang belum dibayar selama dua tahun," tegas Rusyidi Mukhtar. 

Pertemuan yang dimulai sejak pukul 16.30 WIB, berakhir menjelang shalat magrib. Seluruh tenaga kontrak dan honorer itu pun membubarkan diri. 

Namun sayangnya janji manis DPRK itupun sampai saat ini masih mengambang dan tak jelas seakan-akan para wakil rakyat yang bertopeng memperjuangkan hak-hak tenaga kontrak honorer itu, menjadi madu manis yang akan di kenang oleh mereka, tapi sayangnya apa yang mereka haramkan menjadi Tuba, Bagi rakyatnya.[R/Y]
×
Berita Terbaru Update