Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Heboh Virus Corona, Justru Guru ini Sebarkan Virus Ini ke Siswanya, Apa Itu?

Sabtu, 29 Februari 2020 | 01.01 WIB Last Updated 2020-02-28T18:01:14Z
Acehvoice.com | Pidie Jaya - Akhir-akhir ini dunia telah dihebohkan dengan pemberitaan tentang virus corona yang dinilai sangat berbahaya dan telah banyak memakan korban. Virus yang penyebarannya begitu cepat itu masuk dalam kategori bahaya global.

Namun, lain halnya dengan virus yang sengaja ingin disebarkan oleh salah satu pengajar di SMPN 7 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya,Mursyidah S.Pd.

Ia sosok guru yang ingin menyebarkan virus peduli terhadap minat baca kepada siswa di sekolahnya.

“Saya sebagai pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pidie Jaya, merasa senang karena menyebar virus kebaikan bagi siswa untuk berliterasi. 

Karena dengan membaca kita mengenal dunia, dengan menulis dunia akan mengenal kita,” terang Tiara panggilannya kepada media ini, Jumat (28/02/2020).

Hal itu dikatakannya usai kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (Gelis) yang bertempat di SDN Mon Sagoe Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

Menurutnya, walaupun dirinya mengajar IPA dan IPS, tidak jadi halangan untuk berekspresi lewat tulisan. Karena, kata dia, hal itu dapat mengungkapkan ide, gagasan dan harapan melalui tulisan, sehingga dapat di baca dan menginspirasi untuk orang lain, ungkap wanita yang lahir di Pidie tepatnya di Busu Bale Kecamatan Mutiara.

“Melalui Gelis ini saya berharap akan muncul karya-karya siswa yang bagus-bagus, serta melalui ini juga mereka berani menulis, apa yang dicita-citakan, harapan, impiannya bisa dituangkan melalui karya terbaik,” ujarnya ibu yang tahun 2019,  empat kali mendapatkan apresiasi dalam menulis di Jakarta.
Ditambahkannya, “Kegiatan Gelis ini semua dari swadaya kami dan semua terbayar dengan kepuasan hati, bahagia bisa menyebar virus kebaikan untuk menulis,” terang Tiara yang juga salah satu peserta Sejarah perwakilan Pidie Jaya, di Bangka Belitung, walau bukan mengajar sejarah di sekilah.

InsyaAllah Saya Sebagai Pelapor Sekolah Berbasis Sejarah didukung oleh kepala sekolah beserta dewan guru SMPN 7 Bandar Baru dan seluruh masyarakat kemukiman Tanoh Mirah ikut berpartisipasi, akan mengadakan Khanduri Kebangsaan Peresmian Sekolah Berbasis Sejarah.

Dan acara ini juga didukung oleh bupati serta kepala dinas Pendidikan Pidie Jaya,  apalagi ini merupakan sekolah pertama yang menjadi model Sekolah berbasis sejarah di Aceh.

Semoga lahirnya sekolah berbasis sejarah di Pidie Jaya bisa mengangkat nama baik Kabupaten Pidie Jaya terutama dibidang pendidikan, tutup pecinta Sejarah dan kuliner Pidie Jaya yang terkenal dengan Socalatte, Adee Kak Nah dan Salak Pliek U tersebut.[]



×
Berita Terbaru Update