Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Haji Uma, Rangkul dan Syahadatkan Kembali Pemuda Aceh yang Murtad

Sabtu, 08 Februari 2020 | 02.04 WIB Last Updated 2020-02-07T19:05:47Z

Acehvoice.com | Jakarta - Jagat media sosial di Aceh dalam tiga hari ini dihebohkan dengan beredarnya pesan suara, tentang seorang pemuda Aceh yang telah berpindah agama.

Dalam percakapan tersebut, pemuda itu secara terang benderang mengaku telah pindah agama karena faktor ekonomi.

Samsul Bahri, pemuda berusia 22 tahun ini tinggal di Jakarta secara terbuka menyatakan diri berpindah keyakinan ke agama kristen melalui media sosial facebooknya.

Tak ayal, hanya dalam waktu singkat hal itu langsung viral. Karena banyaknya tanggapan dari warganet, terutama di Aceh.

Kabar tersebut kemudian diketahui oleh anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma.
Mendapat kabar demikian, Haji Uma langsung meminta stafnya untuk menghubungi Samsul Bahri dan juga meminta stafnya di Aceh untuk menemui pihak keluarganya di daerah Aceh Utara guna menelusuri kebenaran informasi tersebut.

Hasilnya, pada Rabu siang, tim Haji Uma berhasil menemui pihak keluarga dan mendapatkan data dan informasi yang diperlukan.

Sementara itu, staf ahli Haji Uma di Jakarta pun berhasil berkomunikasi dan menemui pemuda dimaksud, di tempat kerjanya di sebuah warung makanan seafood di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah bertemu dan berkomunikasi dengan pemuda itu, pada Kamis (6/2/2020) staf Haji Uma kemudian mengajaknya bertemu langsung dengan Haji Uma.

Jumat pagi (7/2/2020) Samsul Bahri datang dan bertemu Haji Uma diruang kerjanya di gedung DPD RI senayan Jakarta Pusat.

“Dari awal komunikasi, saudara kita sempat resisten dan tidak mau bertemu karena satu sisi dia dalam tekanan. Namun setelah pertemuan pertama pada kamis kemarin dia jadi lebih lunak dan bersedia untuk bertemu Haji Uma di Kantor. Namun begitu akan tiba, dia sempat tidak mau turun tapi setelah kita bujuk secara persuasif akhirnya mau bertemu Haji Uma diruangannya”, ujar Mulyadi Syarif, Staf Ahli H. Sudirman.

Diruang kerja Haji Umar, Samsul Bahri menceritakan kronologisnya sehingga dia sempat melakukan aktifitas agama disebuah gereja di Jakarta lebih kurang 10 bulan lamanya.

Dia mengaku dalam kondisi tertekan karena tidak ada uang untuk makan serta sempat tinggal dijalan hingga kemudian bertemu seorang pemuka agama yang membantu uang 7.5 juta yang digunakan untuk membayar kontrakan, membayar utang dan membeli gadget.

“Saya tertekan dengan kondisi yang ada serta merasa tidak punya saudara baik seagama dan sedaerah yang membantu hingga akhirnya bertemu seorang pendeta yang membantu saya. Sejak itu, seminggu dua kali saya ke gereja dan dikasih uang. Saya juga dijanjikan diberi uang 100 juta nanti setelah di baptis”, cerita Samsul sembari menunduk dihadapan Haji Uma.

Menurut cerita Samsul Bahri, dirinya rencana baru akan di baptis setelah lebaran nanti dan dirinya juga meminta syarat dipenuhinya janji atas iming-iming uang sebelum di baptis.

Setelah mendengar cerita Samsul Bahri, Haji Uma mulai memberikan nasehat dan meminta dirinya mengingat keluarga dikampung dan merenung kembali atas apa yang terjadi. Haji Uma juga meminta Samsul Bahri membuang fikiran bahwa tidak ada saudara yang peduli hingga mengambil sikap demikian.

Pada awalnya, atas berbagai masukan nasehat dari Haji Uma dan juga stafnya masih merespon datar dan juga mengungkapkan bahwa dirinya juga banyak publik yang menelpon hanya untuk mencaci dan menghujatnya. Hal ini kemudian sebaliknya malah membuatnya bertindak acuh terhadap upaya bagi yang mengajaknya kembali pada islam.

Namun setelah beberapa jam, Samsul Bahri mulai menunjukkan sikap lunak. Apalagi setelah Haji Uma menunjukkan video neneknya yang memintanya pulang ke Aceh. Bahkan setelah itu, Samsul mulai mau menghubungi neneknya dan minta untuk tidak menangis karena ia akan pulang segera ke Aceh.

Padahal dari semalam dan beberapa jam sebelumnya, Samsul sama sekali tidak mau mengingat keluarga apalagi menghubunginya. Samsul mulai berubah setelah Haji Uma menjamin dan memfasilitasi serta mengawal kepulangannya nanti ke Aceh.

Hal yang kemudian diharapkan bersama terjadi setelah makan siang ba’da shalat jumat, dimana Samsul bersedia untuk mengucapkan kembali kalimat syahadat dengan dipandu oleh Haji Uma serta disaksikan stafnya.

“Alhamdulillah, setelah melewati proses pendekatan dan komunikasi yang relatif lama, anak kita Samsul Bahri menjadi lunak dan tergerak hatinya untuk mengucapkan kembali kalimat syahadat dan kembali kepada keyakinan agama islam”, ungkap Haji Uma.

Haji Uma selanjutnya akan memfasilitasi dan membantu Samsul di Jakarta sebelum nantinya akan kembali ke Aceh bertemu keluarga bersama Haji Uma dalam waktu dekat kedepan.

“Anak dan saudara kita ini telah kembali dan dalam hal ini saya mengucapkan terima kasih dan memohon dukungan dari seluruh pihak untuk kebaikannya kedepan. Ananda kita ini masih labil dan telah meminta maaf atas salah dan khilafnya. Kita mesti merangkulnya bukan malah mencaci atau menghujatnya yang malah membuat dia semakin tertekan dan merasa dimusuhi oleh saudara sendiri”, kata Haji Uma.

Haji Uma diakhir pernyataannya meminta agar masyarakat berhenti menghujat Samsul Bahri dan sebaliknya merangkul serta menerimanya kembali sebagai saudara. Hal ini sangat penting untuk menjaga psikologisnya yang cenderung belum begitu stabil.

“Insya Allah dalam beberapa hari kedepan Samsul akan kembali ke Aceh dan saya akan mendampinginya. Selanjutnya kita akan berfikir langkah terbaik bagi dirinya kedepan nantinya”, tutup Haji Uma. []





×
Berita Terbaru Update