Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aceh Kehilangan Tutupan Hutan Perhari 41 Hektar

Senin, 10 Februari 2020 | 00.34 WIB Last Updated 2020-06-18T09:10:43Z

Acehvoice.com | Luas tutupan hutan di Provinsi Aceh menyusut. Tahun 2018, luasnya sekitar 3.004.352 hektar, namun pada akhir 2019 berkurang menjadi 2.989.212 hektar. Berdasarkan SK/MenLHK No. 103/Men-LHK-II/2015, luas kawasan hutan dan konservasi perairan Provinsi Aceh berkisar 3.557.928 hektar.

Manager Geographic Information System (GIS) Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Agung Dwinurcahya pada 30 Januari 2020 menjelaskan, pada 2019 laju kerusakan hutan di Aceh tidak jauh berbeda dengan 2018. Di 2019, Aceh kehilangan tutupan hutan mencapai 15.071 hektar.

“Angka itu seluas 2,5 kali ukuran luas Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh atau 14 ribu kali lapangan bola kaki. Atau, Aceh rata-rata kehilangan tutupan hutan mencapai 41 hektar per hari,” ujarnya.

Agung mengatakan, perhitungan hilangnya tutupan hutan dilakukan sangat hati-hati, tidak asal. Selain menggunakan satelit, pembuktian juga dengan cek langsung lapangan.

“Kami menggunakan citra satelit Landsat, Sentinel, Planet, dan bantuan peringatan dini kehilangan tegakan pohon GLAD alerts dari Global Forest Watch (GFW). Sementara, cek lapangan dengan drone,” jelasnya.

Pada 2019, Kabupaten Aceh Tengah merupakan daerah yang paling banyak kehilangan tutupan hutan yaitu, 2.416 hektar, diikuti Kabupaten Aceh Utara 1.815 hektar dan Kabupaten Aceh Timur 1.547 hektar.

“Umumnya, tutupan hutan hilang setelah adanya pembangunan jalan,” katanya.

Agung juga menghitung tutupan hutan yang hilang di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Pada 2019, tercatat 5.395 hektar, sementara 2018 hilang sekitar 5.685 hektar. Sedangkan 2017 sebesar 7.066 hektar dan 2016 seluas 10.348 hektar.

“Jika dihitung sejak 2015 hingga 2019, Aceh telah kehilangan tutupan hutan mencapai 90.071 hektar,” jelasnya.

Tim HAkA juga memantau dampak berkurangnya tutupan hutan yaitu dengan meningkatnya bencana alam seperti banjir, longsor, maupun kekeringan.

“Kami memantau melalui pemberitaan media. Pada 2019 banjir dan longsor mencapai 121 kasus di 22 kabupaten/kota, sementara kekeringan ada 16 kasus terjadi di delapan kabupaten/kota,” jelas Agung.

Sumber: Mongabay.co.id
×
Berita Terbaru Update