Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

136 Penyuluh Agama Non Pns di Kemenag Bireuen Terima SK

Jumat, 14 Februari 2020 | 19.58 WIB Last Updated 2020-02-17T12:39:36Z

Acehvoice.com | Bireuen - Kerukunan umat beragama merupakan hal mendasar yang harus dipenuhi dalam proses pembangunan umat. Moderasi beragama sebagai jalan tengah dalam beragama, sehingga menjadi satu kekuatan pemersatu umat.

Demikian disampaikan kepala kankemenag Bireuen, Drs. H Zulkifli Idris, MPd,. saat menyampaikan sambutan dan arahan pada acara penyerahan SK penyuluh agama Islam  non-PNS masa bakti 2020 – 2024, sekaligus pembinaan ASN yang berlangsung pada Jumat siang, 14 Februari 2020 di Aula kankemenag Bireuen.

Kegitan diikuti oleh 136 penyuluh agama Islam non PNS dari 17 kecamatan dalam kabupaten Bireuen tersebut turut dihadiri kasubbag Tata Usaha (TU), kasi bimas, dan sejumlah wartawan.

Dalam arahannya, Zulkifli menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dalam beragama secara moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem.

Zulkifli menambahkan, salah satu tugas penyuluh agama Islam adalah memperhatikan masalah-masalah kehidupan ketidakharmonisan di tengah-tengah masyarakat. Dimana terjadinya gesekan-gesekan antar umat beragama yang dapat menodai kerukunan.

Kementerian agama hari ini menjadikan isu kerukunan sebagai agenda perioritas, Menurutnya, kabupaten Bireuen merupakan daerah yang paling menonjok terjadinya gesekan-gesekan tersebut. Imbuh Ka.kanmenag.

Dalam melaksanakan tugasnya, lanjut Zulkifli,  para penyuluh agama Islam tentunya terikat dengan berbagai peraturan perundang-undangan. Dan implementasinya akan dievaluasi secara berkala oleh atasan.

Diharapkan, kehadiran para penyuluh di tengah-tengah masyarakat dapat mendeteksi secara dini persoalan-persoalan sensitiv umat, untuk kemudian dilaporakan secara cepat kepada atasan.

“Keberadaan Bapak-Ibu dalam masyarakat menjadi motor kerukunan umat. Maka laksanakan tugas tersebut sebaik-baiknya dan berdasarkan aturan yang ada. Bapak-Ibu akan terus dipantau dan dievaluasi kinerjanya,”tegas Zulkifli.

Sementara kasi bimas, Drs. Abdullah M Nur, dalam laporannya menyampaikan, dari 136 penyuluh agama Islam yang diserahkan SK hari ini, 42 di antaranya merupakan orang baru hasil rekrutmen yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Para penyuluh agama Islam tersebut akan bertugas di wilaya kerja Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di 17 kecamatan. []
×
Berita Terbaru Update