Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kacau! Dikira Pesawat As, Rupanya Pesawat Ukraina Dirudal Iran

Sabtu, 11 Januari 2020 | 12.14 WIB Last Updated 2020-01-22T16:00:10Z

Acehvoice.com | Jakarta - Sejumlah sumber keamanan menyatakan, maskapai Ukraina ditembak rudal Iran setelah dikira pesawat AS. Maskapai Ukraine International Airlines jatuh setelah lepas landas di Bandara Imam Khomeini, Teheran, pada Rabu (8/1/2020).

Kecelakaan itu terjadi beberapa jam setelah markas pasukan AS di Ain al-Assad dan Irbil dibombardir oleh rudal Iran. Penyelidikan Pesawat jenis Boeing 737 itu berhenti mengirim transmisi komunikasi beberapa menit pasca-lepas landas, sebelum diketahui jatuh.

Otoritas Ukraina menyatakan, mereka mempertimbangkan skenario bahwa maskapai Ukraina International Airlines dihantam rudal Iran. Apalagi, beredar gambar di media sosial terdapat benda yang dianggap sebagai kepala misil di dekat lokasi pesawat Ukraina jatuh.

Setidaknya, dua pejabat AS dan satu ofisial Irak meyakini, Ukraine International Airlines ditembak oleh rudal buatan Rusia. Dilansir Newsweek Kamis (9/1/2020), Boeing 737 itu ditembak dengan sistem pertahanan Tor-M1, dikenal juga dengan kode NATO Gauntlet.

Satu pejabat anonim Pentagon dan ofisial intelijen mengungkapkan, maskapai tersebut ditembak karena kesalahan. Berdasarkan pandangan mereka, besar kemungkinan rudal Iran itu aktif karena mengira maskapai Ukraina sebagai pesawat AS. Sejumlah media AS dilaporkan BBC juga memberitakan, Teheran salah mengira karena mereka bersiap jika dibalas Pentagon.

CBS News mengutip sumber intelijen yang menjabarkan, satelit mendeteksi setidaknya dua "sinar" inframerah yang menandakan peluncuran rudal. Sejumlah pemimpin dunia Barat dalam pernyataannya mengindikasikan, Teheran bertanggung jawab atas tewasnya 176 orang.

"Yah, saya punya kecurigaan," terang Presiden AS Donald Trump saat mendapat pertanyaan dari jurnalis di Gedung Putih. "(Pesawat) itu terbang di area yang sangat tidak bersahabat, dan seseorang bisa saja membuat kesalahan," ujar Trump.

Kemudian Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menuturkan, ada bukti intelijen bahwa misil Iran tidak sengaja menghantam pesawat Ukraina. Komando Sentral (CENTCOM) menolak berkomentar atas laporan itu.

Begitu juga Dewan Keamanan Nasional atau Kementerian Luar Negeri. Adapun Teheran mengklaim, maskapai tersebut sempat mengalami "keadaan darurat". Namun, mereka mencoba kembali sebelum jatuh. Dari 176 orang yang tewas, 82 di antaranya adalah warga negara Iran. Kemudian 63 orang berkebangsaan Kanada. []

Sumber: Kompas


×
Berita Terbaru Update